more than a million…

minggu pertama : anaknya cantik..ngga heran banyak yg naksir. Tapi buat gue dia biasa aja

1 bulan kemudian: masih sama aja deh. ngga ada yg menarik..(kecuali cantiknya)

6 bulan berikutnya: biasa aja….walopun tambah akrab. tapi biasa

1 tahun berlalu: mmm…masih sama aja. anaknya emang supel berat. sekali lagi no wonder banyak yang naksir dia

1 tahun 5 bulan: she’s a nice girl. a good friend too.. klo ada dia, suasana jadi rame

1 tahun 9 bulan: (tiba-tiba) DIA MEMIKAT HATIKU… 🙂 semua yg ada dalam dirinya.. shhh….perasaan ini, more than a million words that you can imagine

Dear god…please help me.. i believe you will granted all my prayers 🙂

Sidoarjo mana? (2 tahun lumpur lapindo sidoarjo)

Perkenalkan..namaku ahmad basuki. umurku 6 tahun. Aku asli orang Jawa, Jawa Timur tepatnya. Aku dulunya berasal dari kota Sidoarjo, tapi sekarang aku sudah ngga punya kampung halaman. Kampungku sudah tenggelam oleh lumpur dan ketidakbecusan manusia dalam memberadayakan alam.

Aku sedih, karena setiap aku berkata aku lahir tanggal 2 Februari 2002 di kota Sidoarjo teman-temanku bertanya, “Sidoarjo mana?”. Sidoarjo kan sudah ngga ada…kota itu kan sudah jadi sejarah di peradaban modern ini.  Kota yang kata orang disebut sebagai kota lumpur, bukan karena daerahnya banyak berlumpur, tapi karena kota tersebut tenggelam oleh lumpur hasil kecerobohan manusia.

Aku sedih, karena aku dan keluargaku sudah ngga punya lagi kampung halaman layaknya orang-orang..Aku sedih, karena sudah 2 tahun lebih peristiwa tersebut terjadi, hanya segelintir orang yang masih peduli akan nasib para korbannya. Kami masih saja terlantar dalam 2 tahun ini..Aku sedih, karena aku kehilangan kegembiraan yang dirasakan oleh anak-anak seumurku..Aku kehilangan kesempatan bersekolah juga karena bencana ini..Saat ini orang tuaku sudah tidak punya pekerjaan karena sawah kami tenggelam oleh lumpur..

Sidoarjo Mana? Sudah 2 tahun kota itu tenggelam oleh lumpur..

Kunjungi Indonesia 2008

Gara-gara baca sebuah artikel di kompas sabtu kemaren gue jadi pengen bikin sebuah film. Awalnya sih gara-gara ngeliat gambar salah satu lokasi pembuatan film pop korea berjudul winter sonata yang keren abis! Gue jadi tertarik baca artikel yang bercerita tentang dampak dari kesuksesan film tersebut. ngga hanya sukses dari sisi filmnya aja, tapi juga demam yang ditimbulkannya di seluruh Asia. Mulai dari demam fashion style yang dikenakan oleh bintang dalam film tersebut, sampai meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke korea, khususnya ke sebuah pulau tempat kedua bintang utama film tersebut melakukan adegan romantisnya.

Sempet terlintas di otak gue, kok produser atau movie maker papan atas di indonesia ngga bisa sih bikin film yang kaya gini. secara alam Indonesia jauh lebih indah dan lebih banyak daerah yang bisa diexplor keeksotikannya. Hanya segelintir film karya anak bangsa kita yang ngga hanya menjual cerita tapi juga keindahan alamnya. Misalnya aja Denias yang mempromosikan kemurnian alam papua atau film cinta “Heart” yang menyatukan acha dan irwansyah yang lebih memperkenalkan kawah putih sebagai sebuah tempat yang romantis di jawa barat sana.

Jujur gue bukan penikmat film indonesia sejati. Bukan karena gue ngga cinta karya anak bangsa, tapi lebih kepada genre film yang ditawarkan kebanyakan sejenis. Walhasil gue jadi rada apatis walopun belum sampe tahap yang kronis.

Emang, sepanjang yang gue tau dari jaman kuliah dulu ampe sekarang, bangsa korea atau taiwan emang jago banget bikin film cinta yang romantis berat. Masi inget betapa populernya Meteor garden atau fly me to polaris yang bikin temen-temen cewek gue ampe nangis-nangis nontonnya.

Kayanya sinergi antara cerita dan setting tempat harus lebih dipikirin lagi. Kalo perlu ajak orang-orang dari dinas kebudayaan dan pariwisata untuk bekerjasama dalam penentuan tempatnya. Selain mungkin database yang mereka miliki, dari sisi promosi juga sepertinya akan kebantu banget. Ini kan masalah pemasukan negara, jadi siapa yang ngga mau pastinya. Kesuksesan movie maker dan filmnya juga berarti kesuksesan campaign Visit Indonesia. Kerjasamanya mungkin bisa panjang juga. Bikin aja triloginya, dan jelajahi setiap daerah-daerah indah yang sumpah banyak banget di negara kita ini.

Siapa tau ntar film karya anak bangsa kita bisa bikin trend setter di dunia fashion Asia setidaknya. Atau mungkin film ini digandrungi banyak orang karena ceritanya yang ringan dan memorable. Atau ada sebuah tempat wisata baru yang bukan hanya memiliki pesona alam yang ok punya tapi juga punya spot-spot yang mengingatkan orang akan cerita romantis yang ada dalam film tersebut. Wuih…keren banget ngga tuh??!! Emang paling enak kalo bermimpi kaya gini. Tapi everything start from a simple dream, right? Jadi..Ayo ayo…mari kita realisasikan!

Pria pun bisa disakiti

Ngga bermaksud untuk tidak mendukung kampanye gender yang selama ini digaungkan oleh banyak orang, khususnya kaum wanita atau feminisme, yang bertujuan untuk lebih menyejajarkan posisi dan peran wanita dengan pria. Gue cuman pengen memberikan pendapat dan sudut pandang gue terhadap isu-isu gender yang ada selama ini.

Pada dasarnya gue mendukung penuh terhadap usaha banyak orang untuk memberikan tempat dan peran yang lebih luas terhadap wanita. Kenapa harus menentang usaha-usaha tersebut? Karena gue pikir antara pria dan wanita pada dasarnya hanya memiliki perbedaan di jenis kelamin doang. Kalopun ada perbedaan diluar itu, tidak jauh beda banget (kalo ngga mau dibilang apa yang dimiliki pria dipunyai juga ama wanita, dan sebaliknya).

Nah, dua hari yang lalu gue nonton metro tv yang menayangkan program “Primetime” yang merupakan sebuah program variety show yang diproduksi oleh sebuah tv di amrik sana. Program ini dibawain oleh seorang pria paruh baya dengan bintang tamu seorang psikolog wanita papan atas (ngga tau juga sih sebenernya).

Mereka berdua ngebahas banyak tema harian beserta tayangan VT hidden cameranya. Lucu-lucu tema dan kejadian yang mereka tayangin. Tapi ada satu tema yang menurut gue keliatannya ringan tapi kalo dipikirin bisa jadi sebuah isu yang cukup hangat.

Mereka berdua ngebahas sebuah data menarik di amrik sana yang menyebutkan kalo dalam satu tahun terjadi 800 kali kasus tindak kekerasan pada pria oleh wanita! Percaya ngga lo? Gue sempet kaget juga, tapi setelah dipikir-pikir lagi bener juga ya. Emang cewe ngga bisa nyakitin cowo secara fisik? Bisa banget bukan?

Tim produksi acara tersebut pun mencoba ngebuktiin data tersebut lewat sebuah drama penyiksaan di sebuah taman umum (dengan sebuah hidden cam tentunya). Ceritanya, seorang wanita memukuli seorang pria dihadapan banyak orang yang lalu lalang didepan mereka. Hasilnya, hampir 100% orang (wanita & pria) yang menyaksikan kejadian “pemukulan” tersebut ngga peduli terhadap nasib si pria. Kebanyakan dari mereka beranggapan kalo pasti ada kesalahan yang dilakukan oleh si pria yang membuat si wanita marah dan memukulinya. Jadi menurut mereka wajar banget dan mereka yakin si wanita ngga akan bisa menyakiti bahkan mungkin sampai melukai si pria.

Ada juga sekelompok wanita yang mencoba untuk melerai kejadian tersebut dengan menelpon 911. Tapi lucunya mereka melakukan  hal tersebut karena khawatir terhadap si wanita.

Setelah menyaksikan tayangan tersebut, si psikolog wanita tersebut sangat khawatir terhadap respon yang mereka dapat dari drama tersebut. Apalagi ditambah dengan data yang dimiliki oleh mereka mengenai kekerasan terhadap pria. Menurutnya, kesederajatan yang ada sekarang harusnya disadari sebagai sebuah kesederajatan yang seimbang. Bahwa kalo selama ini sering terjadi kekerasan terhadap wanita, bukan sebuah hal yang mustahil pula sering terjadi hal sebaliknya.

Intinya, bukan hanya kaum wanita yang harus dilindungi dari kekerasan oleh kaum pria. Kaum pria pun harus mendapat perlindungan yang sama dari ancaman kekerasan yang mungkin dilakukan oleh kaum wanita.

Apakah akan ada pergerakan emansipasi pria? 🙂

Horee naik kelas!!

black_rat_270w.jpguang-kertas1.jpgmoneykey.jpg

Rangking 3 dari belakang, absen agak buruk, ijin 4 kali, sakit 10 hari. Ditambah lagi kebersihan kurang, tingkah laku bermasalah, kejujuran perlu ditingkatkan. Sebenernya sih rapornya agak jauh dari memuaskan, tapi paling ngga ada sedikit peningkatan dibandingin semester kemaren (nomor 2 terkebelakang). Dan…yang paling penting GUE NAIK KELAS!!! Peduli amat ama nilai yang masi buruk dan penilaian2 lain yang masi agak compang camping. Seenggaknya masi ada yang lebih buruk posisinya dibandingin gue.

Kalo ngomongin tentang rapor ato rangking2an pasti ingetnya ama jaman2 sekolah dulu. Sebenernya yang paling ditunggu ama kita tuh liburannya bukan bagi2 rapornya. Tapi buat ortu kita pastinya mereka pengen tau gimana sih anaknya di sekolah. Termasuk anak yang berprestasi ato ngga. Kalo rapornya bagus, pastinya sederet puja puji dan reward udah menunggu kita, tapi kalo jeblok…pastinya amarah dan nasehat panjang lebar sudah menunggu.

Intinya, yang namanya naik kelas tuh sudah pasti menyenangkan. Walau masi dibarisan belakang, tapi ada sedikit perbaikanlah..sedikit sih..

Nah, omongan yang kaya gitu mungkin banget dikeluarin oleh pemerintah kita sekarang ngeliat peringkat Indonesia di dalam daftar 12 negara paling bersih se-Asia dari segi korupsi. Menurut data yang dikeluarkan oleh sebuah badan survey berdasarkan hasil survey terhadap 1400 pebisnis ekspatriat, Indonesia berada diposisi ketiga terburuk dari 12 negara.

Secara peringkat emang ngga ada pergerakan (masi terbilang buruk), tapi kalo diliat dari sisi skornya (skala 0-10 dimana 0 adalah skor terbaik) ada sedikit pergerakan positif yang ditunjukin ama negara kita. Walaupun mayoritas pebisnis ekspatriat tersebut menilai masih suburnya budaya korupsi di Indonesia (khususnya para birokrat), tapi mereka memberikan komentar positif terhadap komitmen yang ditunjukin ama pemerintahan sekarang.

Memang belum bisa dianggap sebuah keberhasilan, karena pemberantasan budaya suap dan korupsi di Indonesia masih terlihat seperti bagian intro dalam sebuah lagu atau seorang striker yang mandul di dunia sepak bola. Gayanya sih ok, pergerakannya bolehlah, tapi finishing touchnya bikin gemes para penonton.

Ngga fair juga sih apabila kita nge-judge pemerintahan sekarang lamban dalam penanganan penyakit kronis ini, karena kebiasaan ini seperti sudah mendarah daging dalam sistem birokrasi dan sistem perekonomian di negara kita. Butuh dukungan dan kesabaran dari kita-kita sebagai rakyat Indonesia buat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia.

Ngga mau muluk juga buat ngedeketin posisi Singapura atau Makau yang menurut badan survey tersebut sebagai negara terbersih di Asi, tapi setidaknya ada perbaikanlah..

Peristiwa penangkapan seorang ketua tim jaksa yang terkait dengan kasus BLBI belakangan ini bisa jadi sebuah stepping stone yang bagus bagi kita untuk memperbaiki image kita dimata dunia internasional. Ngga usah langsung pengen banyak ngurusin kasus korupsi deh..sedikit demi sedikit aja dulu yang pasti semuanya jelas dan berakhir dengan munculnya sebuah keyakinan dari seluruh masyarakat kalo korupsi bukan ngga mungkin bisa diberantas.

Karena korupsi bukannya bikin kita jadi tambah kaya, justru sebaliknya…

prison.jpgdaerah_miskin.jpg

 

Sumpah demi Allah gue ngga sudi dipanggil monyet!!!

“Anterin gueeee…!!!”

“Mau gue hajar tuh orang…!!!”

“Kalo lo pade ngga mau nganterin gue, kasi pinjem motor lo ke gue!!”

“Gue ngga mau ngehajar bininya. gue hajar lakinya aja!”

“Sumpe demi Allah gue kaga sudi dipanggil monyet ama tuh perempuan!!”

Sempet agak2 parno juga gue pas nemu orang yang satu ini. Udah teriak2 ngga jelas, badannya gede banget lagi. Takut aja kalo doi brutal ngga jelas. hehehehe

Gue dan temen gue coba nyari tau ama ibu penjaga toko obat deket jalan menuju kost-an gue ada apa sih ama mas-mas yang satu itu. Apa sih yg bikin doi jadi sewot berat kaya gitu, jadi kaya ngga sabar banget pengen berantem. Kalo orang biasa pengen ngehindarin berantem, doi justru udah gatel berat pengen nonjok orang kayanya.

“Lagi mabok bu?”

“ngga mas. dia mah ngga pernah mabok. lagi ada masalah aja”

Ngga pernah mabok? Masa iya sih? dari jarak 2 meteran aja kecium bau alkohol. Masa parfumnya dia sih? kaga2 aja nih ibu ini. Tapi terserah apa kata ibu itu, tapi yang pasti, ngga lama kemudian si mas yang dilanda amarah tersebut akhirnya menemukan seseorang yang mau mengantarkannya walaupun dibawah paksaan.

Sepanjang jalan menuju kost, gue ama temen gue ketawa cekikikan ngebayangin gimana kalo mas tersebut bergaul ama kita dan anak-anak muda sekarang pada umumnya (dan kita juga mikirin gimana nasib kita kalo sohiban ama dia..hihihihi). Secara panggilan “Nyet”, “Njing”, dan panggilan2 “akrab” berbau hewan lainnya sepertinya udah akrab banget ama pergaulan anak muda sekarang.

Anak-anak muda sekarang dituntut kudu tahan mental kalo dipanggil pake panggilan berbagai macem spesies hewan tersebut. Kalo tersinggung, lo dianggap ngga gaul deh pastinya.

Tapi peristiwa tersebut bikin wawasan kita terbuka kalo ternyata kita harus agak berhati2 kalo bergaul (bukan pilih-pilih loh..). Kita kudu ngeliat dulu profil temen kita tersebut. Apakah dia bisa diajak becanda dengan beragam panggilan dan candaan penuh sarkasme atau ngga.

Karena kalo kita maen hajar aja manggil atau becandain orang lain kaya kita bergaul ama temen2 kita, kayanya minimal muka lebam bekas tonjokan udah pasti bersarang deh dimuka kita.

Be careful nyet..eh dude!

Ambulans dan Taksi

“Saya dulunya supir ambulans mas..Baru hari ini mulai jadi supir taksi”

ambulans195.gifblog-ambulan2.jpgmobiljenazah.gif

hahahaha…Pas denger supir taksi bertarif lama yg gue tumpangin ngomong gitu, rasanya pengen ngakak abis!! bukan karena kerjaan dia pastinya, tapi gue langsung inget ama email temen gue yang isinya nyeritain seorang mantan supir mobil jenazah yang alih profesi jadi seorang supir taksi yang kisahnya kocak abis.

Pengen..banget rasanya gue merekonstruksi ulang kejadian yang ada dalam email itu. Tapi, setelah gue pikir-pikir akibat yang bakal terjadi kalo gue ngelakuin hal tersebut, mendingan gue ngga jadi deh.hehehehe

Btw Ngomong-ngomong tentang layanan nomer satu, seumur-umur gue naik taksi, baru kali ini gue bisa ngerasain sebuah layanan yang terbilang oke punya. Bukan dari sebuah perusahaan taksi yang mahal atau taksi bertarif murah yang sedang naik daun belakangan, tapi justru dari sebuah perusahaan taksi yang baru kemaren gue gunain jasanya sesudah ketemu bokap dari sebuah hotel dibilangan senayan.

taksi2.jpgtaksi1.jpgpic154.jpg

Awalnya sempet ragu juga sih, apa gue nunggu taksi yang biasa aja atau malah naik si biru. Tapi ya udahlah, daripada nunggu lama dan kebetulan ada orang yang baru turun dari taksi tersebut, gue hajar aja deh naik yang ini.

Ngga lama gue didalem, pak supir langsung menyapa gue sopan banget! Ngga tau karena gue udah pusing dan cape mikirin kerjaan yang belum kelar buat event besok, rasanya sapaan yang sopan dari pak supir bikin gue jadi agak rileks. Sumpah, dia sopan banget!

Pertanyaan-pertanyaan dia tentang tujuan gue, pilihan jalan beserta rekomendasinya, cerita tentang suka dukanya menjadi supir ambulans dan keinginan dia untuk memberikan sebuah layanan nomer satu layaknya layanan sebuah taksi eksklusif jadi bikin gue mutusin buat minta nomer hp dia dan jadiin dia langganan gue.

Tapi sayangnya, si pak supir ngaku kalo dia lagi jatuh banget. Bahkan sebuah hp yang sepertinya sudah jadi barang primer pun ngga dimilikinya. Dia minta maaf ke gue loh gara-gara ngga punya hp. Gue juga rada-rada nyesel sih ngga bisa dapetin hpnya dia. Pengen banget bantu dia, tapi apa daya..kayanya gue cuman bisa bantu doa buat kemudahan rezeki dia dan berharap ketemu lagi.

Kejadian ini terjadi hari Senin lalu, sebut saja namanya, Susi. Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.

“Kebon Jeruk ya Pak”

Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam.

20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat ia tidak bawa uang yang memadai yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.

Tapi tiba2 setelah pundaknya ditepuk oleh Susi, sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya kekanan kemudian kekiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi

“Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya,kagetnya setengah mati bu!!”

“Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??”

“Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu”

“Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??”

“Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH