Ngga bermaksud untuk tidak mendukung kampanye gender yang selama ini digaungkan oleh banyak orang, khususnya kaum wanita atau feminisme, yang bertujuan untuk lebih menyejajarkan posisi dan peran wanita dengan pria. Gue cuman pengen memberikan pendapat dan sudut pandang gue terhadap isu-isu gender yang ada selama ini.
Pada dasarnya gue mendukung penuh terhadap usaha banyak orang untuk memberikan tempat dan peran yang lebih luas terhadap wanita. Kenapa harus menentang usaha-usaha tersebut? Karena gue pikir antara pria dan wanita pada dasarnya hanya memiliki perbedaan di jenis kelamin doang. Kalopun ada perbedaan diluar itu, tidak jauh beda banget (kalo ngga mau dibilang apa yang dimiliki pria dipunyai juga ama wanita, dan sebaliknya).
Nah, dua hari yang lalu gue nonton metro tv yang menayangkan program “Primetime” yang merupakan sebuah program variety show yang diproduksi oleh sebuah tv di amrik sana. Program ini dibawain oleh seorang pria paruh baya dengan bintang tamu seorang psikolog wanita papan atas (ngga tau juga sih sebenernya).
Mereka berdua ngebahas banyak tema harian beserta tayangan VT hidden cameranya. Lucu-lucu tema dan kejadian yang mereka tayangin. Tapi ada satu tema yang menurut gue keliatannya ringan tapi kalo dipikirin bisa jadi sebuah isu yang cukup hangat.
Mereka berdua ngebahas sebuah data menarik di amrik sana yang menyebutkan kalo dalam satu tahun terjadi 800 kali kasus tindak kekerasan pada pria oleh wanita! Percaya ngga lo? Gue sempet kaget juga, tapi setelah dipikir-pikir lagi bener juga ya. Emang cewe ngga bisa nyakitin cowo secara fisik? Bisa banget bukan?
Tim produksi acara tersebut pun mencoba ngebuktiin data tersebut lewat sebuah drama penyiksaan di sebuah taman umum (dengan sebuah hidden cam tentunya). Ceritanya, seorang wanita memukuli seorang pria dihadapan banyak orang yang lalu lalang didepan mereka. Hasilnya, hampir 100% orang (wanita & pria) yang menyaksikan kejadian “pemukulan” tersebut ngga peduli terhadap nasib si pria. Kebanyakan dari mereka beranggapan kalo pasti ada kesalahan yang dilakukan oleh si pria yang membuat si wanita marah dan memukulinya. Jadi menurut mereka wajar banget dan mereka yakin si wanita ngga akan bisa menyakiti bahkan mungkin sampai melukai si pria.
Ada juga sekelompok wanita yang mencoba untuk melerai kejadian tersebut dengan menelpon 911. Tapi lucunya mereka melakukan hal tersebut karena khawatir terhadap si wanita.
Setelah menyaksikan tayangan tersebut, si psikolog wanita tersebut sangat khawatir terhadap respon yang mereka dapat dari drama tersebut. Apalagi ditambah dengan data yang dimiliki oleh mereka mengenai kekerasan terhadap pria. Menurutnya, kesederajatan yang ada sekarang harusnya disadari sebagai sebuah kesederajatan yang seimbang. Bahwa kalo selama ini sering terjadi kekerasan terhadap wanita, bukan sebuah hal yang mustahil pula sering terjadi hal sebaliknya.
Intinya, bukan hanya kaum wanita yang harus dilindungi dari kekerasan oleh kaum pria. Kaum pria pun harus mendapat perlindungan yang sama dari ancaman kekerasan yang mungkin dilakukan oleh kaum wanita.
Apakah akan ada pergerakan emansipasi pria?
Filed under: Crazy idea, show all


