Gara-gara baca sebuah artikel di kompas sabtu kemaren gue jadi pengen bikin sebuah film. Awalnya sih gara-gara ngeliat gambar salah satu lokasi pembuatan film pop korea berjudul winter sonata yang keren abis! Gue jadi tertarik baca artikel yang bercerita tentang dampak dari kesuksesan film tersebut. ngga hanya sukses dari sisi filmnya aja, tapi juga demam yang ditimbulkannya di seluruh Asia. Mulai dari demam fashion style yang dikenakan oleh bintang dalam film tersebut, sampai meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke korea, khususnya ke sebuah pulau tempat kedua bintang utama film tersebut melakukan adegan romantisnya.
Sempet terlintas di otak gue, kok produser atau movie maker papan atas di indonesia ngga bisa sih bikin film yang kaya gini. secara alam Indonesia jauh lebih indah dan lebih banyak daerah yang bisa diexplor keeksotikannya. Hanya segelintir film karya anak bangsa kita yang ngga hanya menjual cerita tapi juga keindahan alamnya. Misalnya aja Denias yang mempromosikan kemurnian alam papua atau film cinta “Heart” yang menyatukan acha dan irwansyah yang lebih memperkenalkan kawah putih sebagai sebuah tempat yang romantis di jawa barat sana.
Jujur gue bukan penikmat film indonesia sejati. Bukan karena gue ngga cinta karya anak bangsa, tapi lebih kepada genre film yang ditawarkan kebanyakan sejenis. Walhasil gue jadi rada apatis walopun belum sampe tahap yang kronis.
Emang, sepanjang yang gue tau dari jaman kuliah dulu ampe sekarang, bangsa korea atau taiwan emang jago banget bikin film cinta yang romantis berat. Masi inget betapa populernya Meteor garden atau fly me to polaris yang bikin temen-temen cewek gue ampe nangis-nangis nontonnya.
Kayanya sinergi antara cerita dan setting tempat harus lebih dipikirin lagi. Kalo perlu ajak orang-orang dari dinas kebudayaan dan pariwisata untuk bekerjasama dalam penentuan tempatnya. Selain mungkin database yang mereka miliki, dari sisi promosi juga sepertinya akan kebantu banget. Ini kan masalah pemasukan negara, jadi siapa yang ngga mau pastinya. Kesuksesan movie maker dan filmnya juga berarti kesuksesan campaign Visit Indonesia. Kerjasamanya mungkin bisa panjang juga. Bikin aja triloginya, dan jelajahi setiap daerah-daerah indah yang sumpah banyak banget di negara kita ini.
Siapa tau ntar film karya anak bangsa kita bisa bikin trend setter di dunia fashion Asia setidaknya. Atau mungkin film ini digandrungi banyak orang karena ceritanya yang ringan dan memorable. Atau ada sebuah tempat wisata baru yang bukan hanya memiliki pesona alam yang ok punya tapi juga punya spot-spot yang mengingatkan orang akan cerita romantis yang ada dalam film tersebut. Wuih…keren banget ngga tuh??!! Emang paling enak kalo bermimpi kaya gini. Tapi everything start from a simple dream, right? Jadi..Ayo ayo…mari kita realisasikan!
Filed under: Crazy idea, show all


