Heater called earth

“Yul, panas banget ya belakangan. Lo ngerasa juga ngga? kipas angin gue ngga ngaruh, biar kata dipasang yg paling kenceng juga tetep keringatan gue. kenapa ya?” Gue jawab aja, “iya ya. kemaren2 sih kamar gue rasanya adem2 aja tuh.”

Waktu itu (belum lama sih) gue belum connect kalo hal tsb ternyata sangat mungkin berhubungan ama perubahan iklim bumi secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Gue baru nyadar setelah gue ngebaca sebuah artikel mengenai climate change dkk. Semuanya baru jadi nyambung deh.

Jujur aja gue sendiri ngga pernah melakukan penelitian secara scientific mengenai perubahan iklim yang melanda dunia belakangan ini. Gue hanya mencoba untuk menganalisa lewat perubahan tingkah laku alam belakangan ini. Maaf-maaf kalo salah, tapi banyaknya perubahan “tingkah laku” alam seperti banjir, gempa bumi, pergeseran musim, temperatur, sampai banyaknya wabah penyakit baru dan semakin aneh adalah indikator yang sangat jelas bahwa alam sedang berubah secara drastis menuju sesuatu yang buruk dan merugikan manusia sebagai penghuninya.

Padahal kalo diliat, yang ngebuat alam jadi kaya gitu adalah manusianya sendiri. Walaupun ngga bisa disalahin semuanya, tapi tindak tanduk kita yang seperti tidak peduli dengan kelestarian lingkungan kitalah yang menjadikan semua bencana yang terjadi belakangan ini seperti salah satu point menuju titik kulminasi kerusakan lingkungan secara total.

Ngga usah yang rumit-rumit kaya pengurangan gas emisi dll deh, dari hal yang kecil-kecil aja dulu. Kaya, kebiasaan buang sampah tidak pada tempatnya, pembalakan hutan, pembakaran lahan, atau hal-hal kecil yang deket dengan kehidupan sehari-hari kita yang secara ngga sadar ternyata berhubungan ama kelestarian lingkungan hidup secara universal.

Pada dasarnya semua orang pengen hidup nyaman, betul? Semua orang pengen hidup aman dan sehat, betul? Dua pertanyaan yang simpel tapi sangat mendasar dalam setiap kehidupan manusia tersebut bisa menjadi sebuah dasar yang positif apabila kita mampu mencamkannya dalam perilaku sehari-hari kita.

Karena yang harus kita ingat bahwa kelestarian alam tidak hanya terjaga begitu saja. Semuanya sangat bergantung dengan kemauan dan sikap kita untuk menjaganya. Jangan pernah mengeluh dan menyalahkan alam -apalagi Tuhan- apabila ternyata bencana alam menimpa kehidupan kita yang sebelumnya sangat nyaman dan berkecukupan.

Mulailah dari hal yang kecil di lingkungan yang terkecil. Jangan sampai dunia kita yang nyaman ini berubah layaknya mesin pemanas air, yang sedikit demi sedikit mampu merubah temperatur normal air menuju titik didihnya.

Leave a Reply