Latah. Sebuah istilah dalam bahasa Indonesia yang lebih banyak unsur konotatifnya dibanding unsur denotatifnya. Coba deh cari, dijamin bakal dikit banget kita nemuin kata latah yang punya makna positif. Palingan kalo yg lumayanan, Latah dihubungkan dengan meniru sesuatu yang baik atau modern untuk perbaikan, pengembangan, pembangunan, dll. tapi tetep aja, ada kata meniru disitu. tapi masih dimaafkan karena buat kebaikan.
Tapi yang gue heran adalah, kenapa latah (bukan dalam artian yang serius) lebih banyak ditemukan di dunia entertainment? coba deh kita peratiin. banyak banget pekerja di dunia hiburan yang latah. entah itu artis, manajer, make up artis, hair stylist, orang produksi, bahkan sampe seorang driver yang akrab dengan dunia hiburan pun bisa ketularan latah.![]()
Derajat keparahannya pun sangat variatif. mulai dari yang latah sopan (ex: menyebutkan kata2 yg sopan atau berbau religius), latah pengulangan kata/ekolalia (ex: mengulangi kata yang diucapin orang), latah ekopraksia (mengulangi gerakan orang lain), latah koprolalia (mengucapkan kata2 jorok/kotor – ini paling banyak dan paling gue sebel), dan sang jawaranya adalah latah automatic obedience (orang yang mengalami latah ini secara otomatis mengikuti perintah dari orang scr langsung – disuruh buka baju, langsung buka baju).
Ngga tau kenapa, maaf2 nih, gue jadinya sebel banget ama orang2 yang latah ini. Bisa jadi beberapa orang emang dari sononya sudah tertular “penyakit” yang satu ini. tapi yang paling nyebelin adalah orang yang awalnya ngga, jadi malah latah atau yang disebut sok latah. ngga tau apa motif orang yang sok latah ini. tapi yang gue liat adalah (sekali lagi maaf loh), orang yang sok latah dan kemudian akhirnya jadi latah beneran ini adalah orang yang pengen cepet diterima di sebuah pergaulan. karena banyak orang beranggapan orang latah itu lucu, bisa jadi hiburan, bisa jadi mainan di saat suntuk, dan bisa jadi bahan perhatian orang2.
Intinya adalah, orang yang sok latah itu akhirnya jadi cepet terkenal karena dia latah dan bisa dimainin (inget! bisa dimainin!). Setelah terkenal, mungkin ditambah fisik yang lumayan atau unik, ngga lama kemudian sebuah PH atau TV bisa menawarkan mereka sebuah peran disebuah acara komedi mereka.
Padahal taukah mereka kalo latah itu sangat erat hubungannya dengan sesuatu yang terkebelakang atau tidak menyenangkan? Katanya, budaya latah itu tumbuh dalam masyarakat yang terkebelakang dan menerapkan budaya otoriter. Sebuah teori bahkan menyebutkan kalo budaya latah tsb biasanya diderita oleh orang tua, orang yang berpendidikan rendah, dan ekonomi lemah.
Jadi, MENGAPA LATAH?
Filed under: Crazy idea, show all


